Nasib Anak Jalanan, di Hari Anak Nasional

Raperda Gepeng dan Anak Jalanan yang sempat ditentang oleh gepeng dan anak jalanan yang didampingi sejumlah LSM di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) 2008 silam kini kembali mencuat kembali ke permukaan. Raperda Gepeng dan Anak Jalanan ini sebenarnya sempat dihimpun bersama-sama dengan LSM dan stakeholder lain yang memiliki perhatian terhadap anak jalanan di tahun 2008. Namun belum juga menemui titik temu. Raperda ini sendiri dimaksudkan untuk menangani permasalahan gepeng dan anjal di DIY. Namun berbagai kalangan menilai raperda tersebut bersifat represif dan bertentangan dengan hak asasi manusia.

Raperda yang digagas sejak 2007 ini kembali digodog oleh biro hukum dan ditargetkan disahkan menjadi Perda pada tahun 2011. Kepala Dinas Sosial DIY, Sulistyo, mengatakan bahwa Perda itu juga mengatur soal peran dan kewenangan masing-masing instansi di DIY dalam penanganan anak jalanan secara rinci (tvone.co.id, 9/6/10). read more http://www.adipanca.net/2010/08/nasib-anak-jalanan-di-hari-anak_9432.html Continue reading

Anak Jalanan, Penentu Masa Depan Indonesia Juga

Malam semakin larut. Udara dingin semakin menusuk tulang-tulang sendi. Namun Budi (bukan nama sebenarnya) masih terjaga sembari menenteng gitar kecilnya. Pintu demi pintu kendaraan beroda empat yang terhenti di lampu merah jalan lingkar selatan Yogyakarta coba diketuknya, tetapi setiap kali Budi hendak memetik gitarnya seseorang yang berada di dalam kendaraan tersebut menunjukkan telapak tangannya. Setelah lampu hijau menyala Budi kembali duduk dipinggiran jalan bersama temannya. Mereka terlihat lusuh, tak ada receh di tangan.

Fenomena di atas baru saja saya temui 17 Juli lalu, ini hanyalah secuil gambaran dari permasalahan kompleks anak jalanan. Sudah hampir jam sebelas malam dua anak jalanan yang saya taksir berumur sekitar 13 tahunan itu masih terus berusaha mengais rupiah, berharap kemurahan hati para kendaraan bermotor, khususnya mobil. Namun selama pengamatan saya tidak ada satu pun mobil yang membukakan kaca pintunya.

read more: http://www.adipanca.net/2010/07/anak-jalanan-penentu-masa-depan_3701.html

Continue reading

Ke(tidak)bijakan Tarif Dasar Listrik

Kamis 1 Juli 2010 Perusahaan Listrik Negara (PLN) resmi menaikkan Tarif Dasar Listrik (TDL). Hal ini sekaligus mengabaikan berbagai keberatan dari berbagai kalangan yang kian meluas termasuk dari Serikat Pekerja PT PLN.  Padahal berbagai macam alasan keberatan yang diutarakan tidak mengada-ada. Dari mulai ketakutan akan naiknya harga produksi di ranah industri sampai pada ketakutan di ranah rumah tangga akan ikut naiknya kebutuhan pokok. Di sisi lain, alasan mendasar kebijakan pemerintah menaikkan TDL belum terungkap secara transparan (Kompas, 14/7/2010). Continue reading

Belajar dari Cowboys in Paradise

Akhir april 2010 publik dihebohkan dengan film yang berjudul Cowboys in Paradise. Film dokumenter garapan Amit Virmani ini mengusung tema sex-tourism dengan mengisahkan bagaimana kehidupan gigolo di Bali. Tidak diketahui dengan pasti motif sutradara dari Singapura itu dalam pembuatan film ini, namun film ini menjadi pukulan telak masyarakat Bali dan kepariwisataan Indonesia pada umumnya. Berbagai bentuk protes masyarakat Bali terhadap film ini terus berlangsung karena film ini dianggap mencemarkan nama baik sekaligus memrosotkan pamor pariwisata Bali di mata internasional. Hal ini tentu saja berpengaruh pada bisnis pariwisata nasional karena Bali merupakan salah satu tempat wisata andalan Indonesia yang paling banyak menyerap turis baik lokal dan mancanegara.

Continue reading

Zionis Israel = Holocaust Nazi

Holcaust sebenernya masih dalam perdebatan. Beneran ada ato cuma karangan belaka. Kalo temen-temen tau cerita holocaust yang dilakukan oleh Nazi terhadapap kaum Yahudi, maka apa yang dilakukan Yahudi terhadap Palestina tidak ada bedanya. Pembunuhan masal dari mulai yang masih bayi sampai pada yang udah uzur dilakukan oleh kaum Zionis dan pelaku Holocaust dengan cara yang hampir sama. Continue reading

Demokrasi Anarkis

Indonesia terus belajar demokrasi. Dari demokrasi semu ala orde baru sampai demokrasi super liberal ala reformasi. Adanya stigma bahwa demokrasi adalah sistem pemerintahan paling baik menjadikan tuntutan demokrasi, khususnya di Indonesia, kian kuat. Salah satu nilai yang terkandung dalam demokrasi adalah diberikannya hak menyampaikan pendapat kepada masyarakat. Artinya jika warga negaradapat secara bebas menyampaikan aspirasi, opini, pendapatnya maka negara itu merupakan negara demokratis. Tapi jika tidak akan ada cap bahwa negara tidak demokratis. (Aduh nggak biasa aku pake kata2 aneh kaya gini, tapi lanjut dah…)

Nah, salah satu cara menyampaikan pendapat adalah lewat demontrasi. Segala macam unek-unek rakyat sampaikan dengan demontrasi. Namun sayangnya setiap kali demo, udah capek teriak-teriak, kepanasan, keanginan, keujanan, haus, laper lagi (pengalaman pribadi, hehehe….) eh ternyata ga direspon ama penguasa. Continue reading

Susunan Kabinet Indonesia Bersatu II

kabinetsetwapresWah…. Tadi malem agak ketinggalan pas liat pengumuman Nama-Nama Mneteri Baru yang akan membantu kerja presiden masa pemerintahan 2009-2014. Banyak perdebatan sebelumnya tentang dipilihnya beberapa menteri, terutama beberapa menteri yang dianggap berprestasi tapi tidak dipanggil kembali.

Tapi akhirnya…. Dari jam 10 pak SBY mengumumkan, dan inilah hasilnya.

MENTERI KOORDINATOR

  1. Menko Politik Hukum dan Keamanan : Marsekal (Purn) Djoko Suyanto
  2. Menko Perekonomian : Hatta Rajasa
  3. Menko Kesra : R Agung Laksono
  4. Sekretaris Negara : Continue reading