Taman Rusa UGM, Ladang Bisnis Baru UGM?

Kalo kita jalan-jalan di sisi timur Fakultas Pertanian atau sekitar Lembah UGM, kita bisa liat puluhan rusa di dalam kandang sedang makan rumput, beberapa lainnya terlihat lagi minum dan berteduh. Bercampur bising mobil dan motor, rusa-rusa itu tetap berlari-lari riang, atau sebenernya pengen keluar kandang.

Yup, itulah taman rusa UGM. Menurut yg tercatat di situs resmi UGM di dalam taman saat ini setidaknya terdapat 22 rusa. Sebelas rusa merupakan spesies rusa jawa (Cervus timorensis) dan sebelas lainnya berjenis rusa totol (Axis axis). Menurut penuturan pengelola sekaligus penanggung jawab taman rusa, drh. Slamet Raharjo, M.P. dari Fakultas Kedokteran Hewan (FKH), rusa-rusa ini sejak awal terus berkembang. Ada yang telah mati, sakit, tetapi ada pula yang melahirkan. “Saat ini, total ada 22 rusa, 11 jenis Jawa dan 11 lainnya totol. Keduanya terpisahkan kandang karena berbeda spesies, mengingat rusa totol aslinya dari India,” kata pak Slamet.

Ia juga bertugas untuk memberi makan, minum, membersihkan kandang, dan mengontrol jika ada yang sakit atau melahirkan. Untuk memberi makan rusa-rusa ini tidak sulit. Makanannya hampir sama dengan makanan kambing, yaitu rumput, daun ketela, ramban, hingga wortel. Selain diberi makanan tersebut, setiap bulan rusa-rusa juga diberikan vitamin atau obat cacing jika tengah sakit. “Tidak sulit karena jenis makanannya juga hampir sama dengan makanan kambing,” kata Slamet.

Setiap minggu, dana untuk memelihara rusa-rusa ini mencapai 950 ribu rupiah. Prof. Dr. Ir. Chafid Fandeli , M.S. dari Pusat Studi Pariwisata (Puspar) UGM, mengatakan bahwa keberadaan taman rusa bisa dijadikan sebagai scientific based tourism atau biasa dikenal sebagai wisata pendidikan. “Bahkan, ke depan bisa dibisniskan juga. Sama halnya ketika menata PKL dulu. Ini bisa dimanfaatkan dan prospektif jika telah dikembangkan dengan bagus,” kata Chafid. Tentu diperlukan kerja sama banyak stakeholder. “Pihak Universitas bisa membentuk semacam UPT khusus untuk mengelolanya, tapi jangan seperti hanya melihat di Kebun Binatang Gembiraloka. Harus beda karena UGM kan juga sumber ilmu dan pengetahuan,” imbuh Chafid.

Kalo harapanku sih gini, klo taman rusa berhasil sukses dibisniskan berarti biaya perkuliahan seyogyanya bisa diringankan. Betul???

One thought on “Taman Rusa UGM, Ladang Bisnis Baru UGM?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s