KIK UGM? Apa lagi ini???

Setelah uji coba portal UGM di anggap layak, akhirnya KIK pun mulai digulirkan. Apa itu KIK? Aku juga sebenernya ga terlalu ngerti tentang KIK, tapi secara sederhana dapat dijelaskan bahwa, waduh… bahasanya… KIK secara sederhana merupakan kartu parkir resmi UGM. Setiap kendaraan yang memiliki KIK bebas parkir di UGM tanpa dikenakan biaya sepeserpun, sedangkan yang ga punya akan dikenai biaya parkir. Motor seribu, mobil 2 kali dari itu. Tujuan diberlakukannya KIK yakni menjadikan UGM nyaman untuk pejalan kaki dan penyepeda ontel (bahasa yg kacau, hehehe..).

Seperti yang tertulis dalam situs resmi UGM ppendirian portal dan KIK diharapkan mampu membatasi akses dari publik yang tidak punya kepentingan dengan UGM sehingga dapat menjaga ketenangan proses pembelajaran juga dapat menekan potensi kecelakaan lalu lintas, berbagai macam polusi seperti udara dan suara, dan pelanggaran hukum di kawasan kampus. Selain itu, menurut Singgih, tujuan lain dari KIK adalah untuk mengurangi penggunaan kertas (buat karcis) dalam pengawasan keamanan kendaraan warga kampus dan pencegahan dari tindak kriminal pencurian kendaraan bermotor. Adapun cara daftarnya bisa hubungi tukang parkir fakultas masing-masing. Hehehe…

KIK ini akan diberlakukan awal Juli tahun ini, namun karena kartunya belum juga beres, jadi belum diterapin parkir berbayar bagi yang belum punya. Ya iyalah, secara belum punya semua gitu… Aku sendiri malah blom daftar. Besok senin dah…

Ya semoga aja bener2 murni itu ya bang, bukan untuk komersialisasi. Hiks hiks…

7 thoughts on “KIK UGM? Apa lagi ini???

  1. halah….jangan komentar dulu…lihat hasilnya…..

    niat baik tanggapi baik….klo ada kesalahan…kita perbaiki bersama …so tujuannya bisa terarah….
    jangan protes mulu….mahasiswa = cari solusi
    mahasiswa kritis bukan mahasiswa tukang kritik tanpa solusi….
    yang itu namanya MAHASISWA NATO(NO ACTION TALK ONLY)…KASARANE…SAMPAH MASYARAKAT…

    • Wakakakakak… Tukang parkirnya komentar di mari… Komentar tu di tujukan ke siapa om… Jangan asal komentar tapi ga jelas siapa yg dikomentari..!

  2. Edan tenan.
    Kita orang jogja dijajah orang2 “Pinter”.
    Emang Siapa yang punya UGM ?
    Apa UGM punya Sultan ?
    Apa UGM Punya Rektor dan Dosen ?
    Apa UGM Punya Jogja ?
    Atau UGM Punya Indonesia?
    Atau Punya Amien Rais (Komisaris UGM) ?

    Saya kira UGM sekarang udah diakuisisi orang2 “Pinter” Lulusan MM UGM dan USA. Sampai2 Parkiran aja dijual. Lebih China dari China….
    Lebih Singkek dari Singkek….

    Kembalikan UGM ke Rakyat!!!!
    UGM Disupport sejak dulu pake uang rakyat…
    Setelah “pinter” sekarang ngakali Rakyat….
    Mentang2 udah pada jadi pejabat nasional.

    masyarakat harus bikin portal di kampung2.
    Khusus orang UGM dilarang masuk! Harus bayar!

    Colombo, UNY, Karangmalang, Deresan, Santren, Pogung, Jl Gejayan, Karangwuni, Klebengan, Perumahan Minomartani, dst….
    selanjutnya akan menerapkan seperti UGM.
    Bagi yang lewat akan dikenakan tarif 5000rp untuk mobil, 2000rp untuk motor, kecuali pemilik KTP setempat. Ini tujuannya baik, agar lingkungan tersebut tidak banyak polusi kendaraan. Termasuk untuk biaya kemakmuran kampung.

    Lucu tenan.
    Terimakasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s