Ditilang Polisi

Sabtu kemaren aku nganter temenku pulang ke dunianya (waduh….). Naiklah kita ke atas motor. Dia yang nyetir. Eh tiba-tiba temenku berani-beraninya lampu merah. Padahal pos polantas tepat persis didepan. Terjadilah apa yang terjadi. Pak polantas dengan motornya yg lumayan keren menghampiri kami.

“Selamat siang mas, bisa tunjukan sim dan stnk-nya…” begitu kira2 kata pak polantas.

“Ada apa toh pak?” tanya temenku

“Mas-masnya tadi melanggar lampu merah… bla bla bla…..”

temenku pun berkilah, tapi akhirnya diserahkannya SIM dan STNK-nya. Tapi ternyata sembari menuju bus yang hendak mengantarkannya pulang dia berpesan

“Tolong urusin ya Di…”

Dengan berat hati aku mengikuti langkah motor pak polantas (emang motor melangkah ya?). Sampailah ke pos polantas depan terminal Giwangan. Ternyata eh ternyata di sono udah ada yang kena tilang lebih dulu. Aku pun menunggu giliran…

Tibalah giliranku…

“Mas Dika ya?” sapa pak polantas yg ngurusin surat tilang

“Bukan pak, nama saya Adi” jawabku polos

“Loh mas-e yg tadi ngelanggar lampu merah toh?”

“Enggak pak, la wong aku mbonceng ko” kembali dengan polosnya

“La tadi yang nyetir mana?”

“Begini pak…” aku menjelaskan “aku kan tadi nganter temenku yg mau pulang ke alamnya toh, aku mbonceng dia yg nyetir, trus sekarang ya dia udah naik bus…” sembari menunjuk sembarang bus yg kebetulan lewat aja

“Oh begitu..” pak polantas mulai kelihatan lebih kalem “La temenya udah kerja toh?”

“Belum pak, tapi dulu sempat nyupir.. Nyupir truk…”

Dan obrolan pun berlnjut sampai 15 menit lamanya. Dan akhirnya aku pun terbebas dari tilang polantas…

Pelajaran hari ini: awalnya aku sedikit ga percaya dengan cerita seorang pemuda yang membawa sekarung emas, tapi disuruh ortunya untuk berkata jujur saja. Yg pada akhirnya pemuda itu selamat dari perampokkan, padahal pemuda itu udah jujur bahwa yg dibawanya emas yang sangat banyak.

Namun hari itu, aku baru memahami bahwa kejujuran itu memang membawa kepada keselamatan. Dunia juga akhirat. Semua pertanyaan pak polantas aku jawab apa adanya, dan aku pun terbebas dari penilangan. Secara aku juga menyelamatkan temenku dari ancaman sidang. Terimakasih….

NB: Gambarnya dari detik

One thought on “Ditilang Polisi

  1. Pingback: Tweets that mention Ditilang Polisi « [Catatan Si Anak Kampung] -- Topsy.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s