Ular Sawah dan Bubur Kacang Ijo

Dusunku terletak ditengah-tengah sawah. Timur, barat, utara, selatan isinya sawah. Sudah biasa jika binatang-binatang dari sawah seperti ular, tikus, bahkan burung puyuh masuk dusun bahkan masuk rumah. Terlebih dusun kami memang masih alami, jadi melihat Kutilang berkicau, Kuntul berlarian, ular sawah berkeliaran dan lainnya.

Nah kejadiannya pas aku belom SD. Yang aku inget waktu ibuku membuat bubur kacang ijo. Nah pada malemnya aku mau ambil bubur kacang ijo yang udah mateng tapi masih di panci itu. Kondisi dapurku masih gelap. Aku pun ambil burjo itu dengan mangkuk. Nah pas aku mau ke ruang tamu aku menginjak sesuatu. Waktu aku liat ternyata leher ular yang aku injek (untung lehernya, klo badan ato ekornya tu ular bisa nggigit). Ular itu gedenya sekitar selenganku waktu itu. Ekornya pun mencoba melilit kakiku. Aku pun ketakutan dan langsung berlari sambil menangis sejadi-jadinya. Keluargaku yang lagi berkumpul pun bertanya-tanya kenapa. Aku pun cerita kalo ada ular besar di dapur sembari terus menagis sejadinya. Tiba-tiba ibuku nyeletuk.
“Nangis sih nangis, takut sih takut. Tapi ko Burjonya tetep habis ya?!”
Ayah, ibu, teteh, pakde, bude, nenek, semua keluargaku yang ada tertawa renyah. Aku hanya tersipu malu sambil mengusap sisa makanan di mulutku. Sangat memalukan…!

4 thoughts on “Ular Sawah dan Bubur Kacang Ijo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s