Ampas Kentut

Satu hari aku lagi kumpul-kumpul sama temen satu dusun. Ngalor-ngidul kami ngobrolin apapun yang kami anggap menarik dan menghibur. Smpe akhirnya kami ngobrolin tentang kentut. Si Kampleng (sebut saja seperti itu) berpendapat bahwa klo kentut yang keluar suaranya itu tidak bau, yang bau klo kentut yang pess… Si Juned adalah anak yang paling nggak percaya. Padahal aku dan yang lainnya percaya-percaya aja.
“Kamu nggak percaya Ned? Ni tak buktiin…”
Duutt…

Dengan kurang ajarnya Kampleng kentut tepat dimuka Juned. Juned pun ngga trima, lalu ia bales kentut di muka Kampleng. Hebatnya kampleng pun membalas lagi. Hebatnya lagi Juned pun bisa membalas kentut.

Kampleng masih mau membalas. Ia pun berhenti sejenak, emngumpulkan tenaga. Dengan Wajah yang penuh geram, matanya sedikit tertutup, dia menodongkan senjata ke arah Juned. dan…
DUuutttt…. preettt…

“Waduh… ampasnya ikut keluar” Kata Kampleng sambil lari meninggalkan bau tidak sedap.

Ih… Menjijikan…!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s