Pelaku (Element yang terlibat dalam) Aministrasi Pembangunan

Sebelum kita masuk pada siapa pelaku administrasi pembangunan mari kita ingat lagi pengertian administras pembangunan secara lebih singkat: “Administrasi pembangunan adalah seluruh usaha yang dilakukan oleh suatu negara untuk tumbuh, berkembang, maju, berubah secara sadar dan terencana dalam segala bidang dalam rangka mencapai tujuan negara”.

Dari pengertian di atas kita sudah mengetahui kenapa administrasi pembangunan itu diperlukan. Intinya adalah untuk menentukan arah pembangunan, sebagai petunjuk teknis, sampai pada proses monitoring sehingga kita akan mengetahui sejauh mana arah perkembangan, kemajuan suatu bangsa. Jadi kalo dulu ada GBHN itu adalah sub kecil saja dari administrasi pembangunan.

Baik mari kita mulai ke siapa saja pelaku administrasi pembangunan…Sebenarnya lebih mudah jika pertanyaanya adalah pelaku pembanguan itu siapa? Karena jika pertanyaanya mengacu pada siapa pelaku administrasi administrasi pembangunan agak kisruh, karena itu pelaku administrasi pembangunan lebih mengarah ke sistem bukan personal (ini menurut yang saya pahami). untuk lebih mudahnya akan digunakan kata element yang terlibat.

element yang terlibat dalam administrasi pembangunan mengalami perubahan seiring pergeseran paradigma pembangunan itu sendiri. Mmmm… saya belum ulas tentang ini ya?! Hehehe.. Maaf. Kita mengenal istilah top-down dan bottom-up. Dimasing-masing negara akan berbeda menerapakannya. Misalnya saja Indonesia. Pada masa orde baru Indonesia menganut sistem top-down. Namun setelah masa reformasi sudah tidak mungkin lagi menggunakan sistem itu.

Dengan menggunakan sistem top-down, maka penguasalah yang memegang kendali. Sedangkan masyarakat hanya dijadikan objek pembangunan. Jadi element yang terlibat pun hanya sekedar aparatur negara. Dalam artian sempit.

Namun saat ini Indonesia sudah memakai bottom-up. Jadi negara bukan lagi menjadi aktor utama, namun lebih berperan sebagai fasilitator. Jadi para pelaku pembangunan atau element yang ada didalam administrasi pembangunan ada negara, swasta juga masyarakat (civil society). Negara merumuskan sebuah kebijakan namun masyarakat tidak lagi menjadi objek namun turut serta dalam melaksanakannya. Lalu jika ditanya bagaimana prosesnya maka ditujukan lagi pada peran masing-masing elemen.

Jadi banyak stakeholder dalam administrasi pembangunan. Yang jelas masing-masing negara berbeda-beda siapa yang berperan. Ada yang negara yang dominan seperti di Korut ada juga yang swasta dominan seperti di Amrik. Di Indonesia sendiri sejauh yang saya pahami pelaku administrasi pembangunannya yakni negara, swasta dan masyarakat berdampingan.

Kalo membuat bingung maaf yah, ni sambil ngantuk-ngantuk ngetiknya… Hoammm….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s