Beda Fakultas Beda Asumsi…

Beda Fakultas Beda Asumsi…
Ada yang menarik ketika kami mengajukan proposal KKN tematik. Dari seratus lebih proposal yang dikirim oleh kelompok kami 1 proposal dan oleh kelompok lain DITOLAK. Hanya 41 proposal aja yang diterima. Hal ini pun memancing emosi sebagian besar mahasiswa, terutama yang merasa proposalnya ditolak. Mereka (soalnya aku nggak ikut) membentuk perwakilan dan membuat aksi protes mempertanyakan kenapa proposal mereka di tolak.
Protes pun dilakukan para mahasiswa perwakilan. Mereka menggrebek kantor LPPM yang letaknya ada di gedung pusat UGM. Namun hasilnya nol. Setelah kelompok saya berkumpul untuk membicarakan masalah ini, diskusi menarik ternyata hadir.
Teman saya yang dari PSIKOLOGI bilang : “wah pasti LPPM lagi banyak masalah pribadi terus masalahe dibawa-bawa buat nilai proposal. Yo wis, okeh sing ditolak proposale, la masih emosi deweke”.
Sebelumnya teman saya yang juga satu jurusan ma saya (Fakultas FISIPOL) bilang gini : “itu pasti ada politisasi. Kamu tahu toh yang ikut KKN Reguler sedikit, jadi yang tematik banyak yang ditolak supaya banyak yang ikut KKN Reguler”.
Yang dari teknik SIPIL berpendapat: “Kayaknya proposal kita terlalu mark up ya? Soalnya saya pikir ko emang dananya gede banget”.
Teman dari Teknologi PERTANIAN ngomel: “We lah jan nggak menghargai tenan je. Padahal udah dibantu loh membuat program KKN. Kalo misalnya nggak ada tematik, LPPM mau ngadain apa coba?! La wong KKN Reguler ngono-ngono terus”. Sebenarnya mereka sudah terbiasa bilang kalo petani tuh harus dihargai. Kalo nggak ada petani mau makan apa coba.
Dari Fakultas EKONOMI ikut nimbrung : “Sebenarnya mereka tuh bodoh banget kalo nolak sebanyak ini KKN Tematik. Soalnya secara finansial kalo banyak KKN Reguler kan banyak duit yang dikeluarkan LPPM-UGM. Nah kalo KKN Tematik kan duit sendiri, bukan dari LPPM. Udah deh, secara hitungan ekonomi aku masih yakin proposal kita diterima”.
Tiba-tiba yang dari FARMASI nyeletuk : “Apa salah minum obat ya?!”. Gerrrr…. kami pun tertawa. Kami pun menyimpulkan ternyata fakultas mempengaruhi cara pandang mahasiswa ya. Ya iyalah, disiplin ilmu tentu mempengaruhi apa yang dikeluarkan oleh mulutnya.
Dari situ kami mencoba memprediksi argumen dari beberapa fakultas lain. Kira-kira kalo FIB gimana ya? : “mungkin proposalnya kurang estetik”. Kalo dari FILSAFAT : “KKN? Apa itu KKN? Kuliah Kerja Nyata. Bentuknya, maknanya, kepentingannya, esensi, emisi, kongkritnya. Ah kita masih sibuk memikirkan apa itu Tuhan…”. Ding Dong…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s