Golput Haram??? So What Gitu Loh?!

Disuatu hari, menantu Rasululloh, Ali bin Abu Tholib sedang duduk-duduk di depan sahabat-sahabatnya. Kemudian pada saat Ali hendak meneguk segelas air, Ali berdiri, lalu beliau berkata “aku tidak akan mengharamkan apa yang dihalalkan oleh Alloh dan aku tidak akan menghalalkan apa yang diharamkan-Nya. Dan Rosululloh tidak pernah melarangku meminum air sambil berdiri karena beliau pun pernah melakukannya.

Isu yang paling membuatku pengen tertawa, jengkel, terkadang mual, pengen muntah adalah isu pengharaman Golput oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sepertinya MUI sekarang lagi latah, setelah kemaren-kemaren MUI-nya Malaysia mengharamkan Yoga buat muslim di sana, MUI pun tidak mau kalah, mereka sekarang banyak mengeluarkan fatwa, padahal sebelumnya mandul. Salah satu fatwa MUI adalah mengharamkan Golput.

Pertanyaannya, kenapa Golput mesti haram? Dari beberapa sumber yang saya baca (kalo misalnya salah berarti sumber yang say abaca gak valid), isu ini awalnya berasal dari pendapat PBNU yang diamini oleh ketua MPR, Hidayat Nurwahid. Kemudian pendapat itu diusulkan ke MUI untuk dijadikan fatwa. Ada pun salah satu alasan (yang katanya paling kuat) kenapa Golput haram adalah berkenaan dengan kepemimpinan. Kita hidup bernegara harus memiliki seorang pemimpin, tanpa pemimpin maka akan terjadi anarkisme. Tidak memilih atau Golput berarti menciptakan anarkisme. Begitu kira-kira jika pendapat itu saya jabarkan menurut kata-kata saya sendiri. Agghh, aku tidak peduli apa pun pendapat mereka.

Jika kita memperhatiakan apa yang dikemukakan Ali di atas, maka sebuah fatwa harus memiliki dasar yang kuat dari Al qur’an dan As Sunah. Jika Golput haram, maka alasannya harus berlandaskan pada Al Qur’an dan As Sunah. Misalnya saja haramnya babi, maka apapun makanan yang mengandung babi maka makanan itu haram. Atau riba, bagaimana pun prakteknya jika itu termasuk riba maka itu haram. Lalu bagaimana dengan golput???

Menurut hemat saya, fatwa MUI yang mengharamkan Golput tidak cukup kuat. Alasan saya adalah fatwa tersebut tidak memiliki landasan yang jelas dalam Al Qur’an dan As Sunah dan alasan yang digunakan MUI tidak cukup kuat untuk menyokong fatwa tersebut. Kenapa saya bilang alasan MUI itu lemah? Pertama, saya memang setuju jika tanpa seorang pemimpin entah itu dalam suatu negara (yang lingkupnya besar maupun dalam keluarga yang lingkupnya kecil), maka akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Anarkisme salah satunya. Namun seorang pemimpin tidak harus dipilih oleh semua penduduk di negara tersebut. Kedua, jika Indonesia memang mengaku sebagai negara yang menganut paham demokrasi, bukankah seharusnya ada kebebasan untuk memilih?! Dan menjadi Golput adalah salah satu pilihan.
Melihat jauh ke belakang, Nabi Adam As menjadi kholifah di muka bumi tidak dipilih oleh malikat dan makhluk Alloh lainnya, bahkan ditentang oleh iblis. Tetapi Adam berhasil membuktikan diri menjadi pemimpin. Muhammada Saw, tidak pernah dipilih oleh orang-orang quraisy (jangankan dipilih, orang-orang quraisy malah memerangi beliau), bahkan orang-orang terdekat pun tidak memilihnya menjadi pemimpin. Namun dengan segenap ketaqwaan yang dimilikinya, Muhammad menjelma menjadi pemimpin yang luar biasa.
Ok, kita maklumi saja, karena Adam dan Muhammad adalah seorang nabi. Tapi coba lihat Soekarno, Hatta, Bung Tomo, Cut Nyak Dien, Jendral Besar Sudirman, dan masih banyak lagi pemimpin-pemimpin dari negeri ini yang menjadi pemimpin tanpa harus melalui pemungutan suara. Tidak lain dan tidak bukan hal ini dikarenakan mereka adalah seorang “pejuang”. Pejuang yang memperjuangkan rakyatnya, pejuang yang tidak pernah mementingkan dirinya sebagai presiden, seorang jendral, dan jabatan-jabatan lain yang hanya bersifat sebagai “kostum” saja. Tidak seperti para calon presiden yang ada saat ini, berjuang hanya untuk merebutkan kursi empuk diistana bogor.
Yang terjadi saat ini adalah lunturnya kepercayaan kepada pemerintah. Gimana nggak luntur coba? Alternatif presiden aja itu-itu tok, yang sudah gagal membawa Indonesia ke keadaan yang lebih baik. Anggota dewan yang terpilih udah nggak inget lagi ma rakyatnya, yang dipikirin gimana cara cari duit yang banyak aja. Korupsi, kolusi, nepotisme sudah menjadi hal yang menyebalkan untuk diperdebatkan. Hal itu sudah lumrah, gak mempan ma hukum.

Nah makanya untuk mengajak rakyat supaya nggak golput tuh sebenernya mudah, yakni dengan memperbaiki sikap, akhlaq, kinerja, dan juga kapasitas dan kompetensi diri. Dengan cara seperti itu rakyat akan tergerak memilih. Nggak harus ditakut-takutin ma dosa. Nggak milih = dosa. Buktikan aja kalo misalnya kamu-kamu yang duduk dikursi empuk itu bener-bener berjuang demi rakyat.

Oh iya, sekedar mengingat kembali, golput sendiri kan ada beberapa alasan:

  1. Golput administratif, misal nggak dapet undangan nyontreng, nggak masuk DPT, dll
  2. Ada masalah teknis atau kejadian lain yang sifatnya tidak bisa diganggu gugat, misal pekerjaan yang susah sekali ditinggalkan, nggak kerja nggak makan. Atau kecelakaan terus di opname, lagi operasi jantung, dll
  3. Ini lebih mengarah rasa manusia nih. Yakni adanya rasa ketidak percayaan kepada pemerintah. Nah ini nih yang lagi banyak di negara kita
  4. Kebalikan nomer 4, yaitu saking percayanya ma pemerintah. Kata orang-orang sih masyarakat Amerika kenapa banyak golputnya salah satu alasannya adalah ini
  5. Nah ini yang paling ekstrim. Udah nggak peduli. Apatis! Mau ganti presiden kek, mau ganti negara kek, yang penting gue bisa menikmati hidup. Nge-fly kaya burung…

Apa yang dilakukan MUI dengan mengeluarkan fatwa haram kepada Golput disinyalir hanya sebuah politik fatwa saja. Fatwa tersebut adalah untuk mensukseskan pemilu 2009 ini. Saya rasa fatwa tersebut tidak akan berpengaruh banyak terhadap fenomena golput. Mereka akan tetap banyak dan semakin banyak dan semakin banyak.

Anda Golput??? Saya termasuk Golput administratif karena tidak masuk dalam DPT!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s