Market Failure

Sistem ekonomi masing-masing negara sudah semestinya bebeda, perbedaan sistem ekonomi masing-masing negara dikarenakan adanya perbedaan keadaan dan atau situasi suatu negara itu sendiri. Masing-masing negara memiliki kultur, sosial, sebut saja permasalahan yang berbeda-beda sehingga harus diselesaikan dengan solusi yang berbeda pula. Pada akhir dekade sekarang ini, sistem ekonomi yang paling menonjol dan mengklaim diri sebagai sistem ekonomi yang paling unggul adalah sistem ekonomi liberal. Sistem ekonomi liberal yang digunakan oleh negara-negara maju di Eropa bukanlah sistem ekonomi tanpa cacat. Sistem ekonomi yang menyerahkan semua transaksi ekonomi pada mekanisme permintaan-penawaran (pasar) ini sering membuat blunder terhadap perekonomian suatu negara yang menggunakan sistem ini. Apalagi jika sistem ini harus dipaksakan pada negara yang belum siap menyerahkan pelayanan publiknya kepada swasta — dalam hal ini adalah negara berkembang — maka tidak akan menutup kemungkinan akan terjadinya market failure.

Fracis dalam ensiklopedia maya di wikipedia.com, menyebutkan bahwa market failure adalah suatu istilah yang digunakan dalam ilmu ekonomi untuk menjelaskan suatu kondisi dimana barang dan jasa yang disediakan oleh pasar tidak mampu dialokasikan secara efisien. Salahudin dalam artikel yang diberi judul “Sebuah Potret Market Failure” menyebutkan bahwa dalam teori ekonomi dinyatakan bahwa salah satu faktor naiknya harga barang adalah karena tidak sebandingnya jumlah permintaan dan penawaran. Jumlah permintaan lebih banyak, sementara, suplainya terbatas. Akan tetapi, ada juga berlaku rumus bahwa kenaikan harga tersebut terjadi karena tidak terdistribusinya secara efisien barang/jasa ke konsumen. Masih menurut kacamata ekonomi, situasi seperti ini disebut market failure, yaitu ketika tidak terorganisasikan dan teralokasikan barang dan jasa ke tangan konsumen secara efisien.

Sejumlah contoh klasik dari kondisi market failure antara lain: barang publik, eksternalitas (termasuk pencemaran dan kerusakan lingkungan), informasi yang tidak simetris, biaya transaksi, kepastian institusional serta masalah dalam distribusi. Masalah utama dari market failure adalah efisiensi. Masalah efisiensi ini tentu berkaitan erat dengan permasalahan modal.

Salahuddin mencatat bahwa secara teoretis ada sejumlah alasan utama yang memberikan kontribusi bagi terciptanya market failure ini. Pertama, adanya ‘pemain’ dalam pasar yang memiliki kekuatan untuk mempengaruhi pembentukkan harga, dengan cara menetapkan harga pasar secara bersama-sama, dan kemudian membagi pasar. Kondisi ini akan menciptakan imperfect competition, yang dalam wujudnya dapat berupa struktur pasar monopoli, monopsoni, oligopoli, atau kartel. Kedua, munculnya free rider (penumpang gelap) yang berusaha mengambil keuntungan dari kebijakan pemerintah yang memberikan subsidi atas komoditas ini. Ketiga, persoalan mobilitas distribusi barang yang tidak mendukung penyaluran produk tersebut secara efisien dari pusat-pusat produksi ke tangan konsumen. Keempat, lemahnya law enforcement. Selama ini tidak ada upaya yang secara nyata dilakukan oleh pemerintah untuk memberikan efek jera bagi para free rider, spekulan, dan penimbun. Akibatnya, mereka acap kali melakukan praktik-praktik yang mendistorsi harga pasar. Kelima, biaya-biaya eksternal atau siluman yang harus ditanggung oleh produsen dalam proses pendistribusian. Pada jalur-jalur distribusi tertentu, sudah menjadi rahasia umum bahwa banyak praktik pungutan liar. Para produsen terpaksa mengeluarkan biaya ekstra yang dibebankan sebagai ongkos angkut. Alhasil, harga produk atau barang pun menjadi lebih mahal. Ini jelas menimbulkan inefisiensi dan ekonomi biaya tinggi dalam proses distribusi.

Sedangkan menurut Krugman dalam wikipedia.com, menyebutkan bahwa penyebab dari market failure ada tiga hal yaitu: Pertama satu atau beberapa orang dalam pasar mampu mengambil kekuatan pasar yang memungkinkan mereka untuk memblokir transaksi lain. Ini dapat menghasilkan inefesiensi, persaingan tak sempurna, yang dapat menhasilkan bentuk pasar seperti monopoli, monopsoni, kartel, atau persaingan monopolistik jika pasar tidak menerapkan perbedaan harga yang sempurna. Kedua terjadi karena adanya faktor eksternalitas, yaitu sebuah efek yang diciptakan dari pihak luar yang berpengaruh ‘secara halus’. Ketiga market failure dapat terjadi karena faktor alamiah, atau terjadi karena perubahan alami pasar. Pada umumnya kesemuanya dapat menghasilkan sebuah situasi yang tidak efesien dalam pasar dan akhirnya terjadilah sebuah market failure.

Cara Mengatasinya

Salahudin masih dalam artikel yang sama menyebutkan bahwa jika pemerintah tidak segera mengatasi persoalan-persoalan tersebut, maka dampaknya bisa menyebabkan government failure, yaitu ketika pemerintah gagal menciptakan pareto efisiensi terhadap sistem pasar. Di sinilah pentingnya peran pemerintah untuk memperbaiki inefisiensi dalam sistem pasar. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan pemerintah. Pertama, law enforcement. Sistem pasar tidak akan berjalan secara efektif jika tidak ada penegakan hukum yang sungguh-sungguh dari pemerintah. Menukil pendapat ilmuan neo-klasik, bahwa intervensi pemerintah pada pasar sangatlah penting. Lebih-lebih untuk barang-barang yang menyangkut kepentingan umum seperti rumah sakit, sekolah dan kepentingan umum lainnya.

Kedua, perlu ada regulasi yang jelas. Contoh bentuknya berupa penerapan tarif dasar minimum dan tarif dasar maksimum. Harga minimum ini adalah suatu upaya pemerintah untuk melindungi produsen dengan modal kecil, sehingga monopoli dapat dicegah karena produsen modal kecil bisa dapat bersaing. Ketiga, dalam proses distribusi, sarana transportasi dan jalan raya yang memadai menjadi syarat utama kelancaran arus barang dari pusat-pusat produksi ke tangan konsumen.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s