Amrozi cs, Teroris atau Mujahid?

Saya terlibat sebuah perbincangan ringan dengan seorang anak sekolah menengah pertama. Kebetulan masih temen kos. Dalam perjalanan mencari pengganjal perut, tiba-tiba SMP (sebut saja seperti itu) nyeletuk.

“Mas, (paling-paling) Amrozi sedang di siksa apa yah?”
“Emang Amrozi salah apa?” saya tanya balik
“Ya dia kan pelaku pengobaman di Bali, sudah membunuh ratusan orang” jawab SMP
“Para nabi juga ada yang membunuh orang, dia malah sudah dijanjikan surga?!” sebuah pertanyaan retoris dari saya
“Tapi kan nabi-nabi itu membunuh orang-orang yang sudah pasti salah. Mereka kafir ko”
“Emang yang dibunuh amrozi bukan orang kafir?”

“Tapi kan di situ ada orang islamnya juga, lagian orang kafirnya itu cuma kafir aqidah, nggak memerangi kita. Kalo kafir yang memerangi kita seperti yahudi di Palestina ya mesti ditumpas. Tapi katanya kalo kafir aqidah malah harus di lindungi” jelas SMP
“Secara tidak langsung mereka juga memerangi kita”

“Secara tidak langsung?!” SMP kelihatan bingung
“Bener, secara tidak langsung” saya melanjutkan “Banyak orang-orang bule di Bali yang ditangkap gara-gara mencabuli anak-anak, memperkosa gadis-gadis, mengedarkan obat-obat terlarang dan ada juga yang menyebarkan pemahaman-pemahaman yang menyesatkan. Bukankah itu lebih berbahaya karena kita tidak pernah menyadarinya”
“Iya ya. Tapi caranya salah ko” kilah SMP
“Harusnya gimana?” kembali saya tekan dengan pertanyaan
“Harusnya jangan begitu” mungkin sulit untuk mencari solusi lain “karena menurut agama, itu kan salah…”
Dalilnya apa?”
“Dalilnya…” SMP nggak mampu menjawab
“Bisa jadi dalil yang digunakan Amrozi lebih kuat, lebih shohih dari pada dalil yang dipakai oleh orang-orang yang menyalahkannya”
“Aku cuma melu-melu di tv ko” mulai berkilah “kan kemarin ada pembahasan tentang Amrozi”

Yups, beginilah yang terjadi. Saya sendiripun tetap tidak setuju apa yang dilakukan oleh Amrozi cs. Karena sebatang pohon pun atau seekor semut pun, apa bila tidak bersalah (dalam artian tidak mengganggu aktivitas manusia) tidak boleh kita sakiti (saya masih ingat pada Syirah Nabawiyah, pada saat hendak akan pergi berperang Rosululloh melarang pasukannya untuk menebang pohon karena kita tidak memiliki hak untuk menyakiti dan saya juga teringat kisah Nabi Sulaiman yang tiba-tiba menghentikan langkah perjalanannya ‘bersama pasukan’ hanya untuk menunggu semut-semut yang ada di hadapan mereka bersembunyi di dalam guanya masing-masing). Terlebih lagi disitu terdapat orang-orang yang masih sodara seiman dengan kita. Apakah pantas mereka meninggal di tangan sodaranya sendiri, terlebih lagi dengan cara yang mengerikan seperti itu?! Pertanyaan lainnya adalah apakah masalahnya selesai dengan cara seperti itu?!
Kenyataaanya sebenarnya kita tidak pernah tahu siapa yang benar dan siapa yang salah. Yang di anggap paling benar saat ini adalah media. Media selalu mengusung slogan yang luar biasa: terdepan, teraktual, tajam, terpercaya, dan slogan-slogan lainnya yang belum dapat dibuktikan kebenarannya secara empiris. Yang dilakukan media saat ini hanyalah pemberitaan-pemberitaan tidak bernilai, lebih-lebih pemberitaan tersebut menyudutkan satu golongan. Dalam kasus Amrozi cs saja, media lebih banyak mengumbar wacana bahwa apa yang dilakukan Amrozi cs adalah perbuatan terorisme, radikal, salah secara manusiawi, dan pelakunya adalah orang Islam. Pemberitaan tersebut tidak pernah diimbangi dengan pemberitaan tentang latar belakang kenapa amrozi cs melakukan seperti itu, dan pembahasan-pembahasan yang sifatnya lebih ingin mengungkap akar permasalahannya, bukan hanya sekedar yang tampak dipermukaan saja. Saat ini media telah berhasil menyudutkan salah satu pihak. Sebut saja ISLAM.
Dalam teori konflik, dengan menggunakan analisa sederhana Segitiga Konflik, maka yang diberitakan teman-teman wartawan baru sekedar pada tingkah laku (yang nampak dipermukaan saja) belum menganalisa lebih jauh kepada sikap dan keadaan (sesuatu yang tersembunyi yang menjadi penyebab konflik). Inilah yang menyebabkan masyarakat Indonesia jadi banyak tahu tapi sedikit dalam hal memahami.

One thought on “Amrozi cs, Teroris atau Mujahid?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s