Menyambut Kebangkitan Sepakbola Indonesia…

Sebagian kalangan mungkin masih terniang hiruk pikuk riuhnya Piala Asia beberapa bulan yang lalu. Indonesia sebagai salah satu dari empat tuan rumah penyelenggara kejuaraan sepak bola ter-elite se-Asia boleh berbangga, karena walaupun Indonesia tidak lolos dari fase group, tapi perjuangan Firman Utina dan kawan-kawan patut untuk diacungi jempol. Para suporter yang hadir di Stadion Kebanggaan Timnas Indonesia-pun membuat seluruh masyarakat Indonesia bangga. Tak henti-hentinya mereka memberikan dukungan baik lewat nyanyian, yel, spanduk, atau apapun yang dapat menjadikan para pemain dilapangan semakin bersemangat. Mereka-pun tetap menjungjung sportifitas. Inikah cikal bakal kebangkitan sepak bola Indonesia?
Namun segala kebanggaan yang lahir sirna begitu saja saat mengetahui ketua badan persebakbolaan kita kembali harus berurusan dengan hukum. Ditambah lagi desakan FIFA yang mengharuskan PSSI memilih ulang atau tepatnya mengganti Nurdin Khalid sebagai ketua Umum PSSI. Bahkan usut punya usut surat itu pertama kali datang ke PSSI saat piala asia mulai bergulir. Namun PSSI mencoba menyembunyikannya. Bukan hanya itu, PSSI-pun menolak keras keputusan FIFA. “aku heran.. aku heran… yang salah dipertahankan…” secuil bait lagu dari Iwan Fals.
Sebuah organisasi bagaikan sebuah pesawat terbang. Ketua ibarat seorang pilot pesawat. Dialah yang menentukan kemana, kapan, bagaimana, pesawat akan terbang dan mendarat kemudian. Ini bukan merupakan pesawat mainan anak-anak yang bisa di terbangkan dengan remot kontrol dari jauh bahkan dari teralis besi. Ini merupakan pesawat penumpang yang membutuhkan totalitas seorang pilot didalamnya, tidak mementingkan diri sendiri, atau keluarganya yang ada dirumah. Coba kita renungkan sedikit ilustrasi tersebut…
Lalu dari mana kita menyambut kebangkitan persebakbolaan kita? Mari kita sambut terlebih dahulu perbaikan, kebangkitan organisasi yang mengayomi dunia persebakbolaan Indonesia, mari kita berkontribusi dalam refolusi PSSI. Refolusi PSSI bukan hanya sekedar mengganti seorang Nurdin Kholid, tetapi lebih dari itu. Perbaikan hukum, sanksi, kinerja, efektivitas, dan produktifitas harus mampu tersentuh. Reformasi juga harus bersifat multidimensional, faktor moral merupakan hal yang sangat penting untuk diperbaiki. Mari kita mulai dari menyambut reformasi PSSI. Kita sebagai para tifosi punya kekuatan jika kita benar-benar dapat bersatu. Bukan demi Persija, Persib, PSMS, Persik, PSM, atau klub-klub yang lainnya. Tapi ini demi Indonesia. Kebangkitan persepakbolaan Indonesia berawal dari reformasi PSSI…
Bravo sepak bola

pernah dimuat di majalah Bola

One thought on “Menyambut Kebangkitan Sepakbola Indonesia…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s